Tuesday, November 29, 2011

Scam Bisnis

Email yang menawarkan kesempatan berbisnis, tergolong praktek scam klasik. Email tersebut biasanya berisi tawaran kerjasama dan investasi. Ada beberapa variasi scam seperti ini. Yang pertama mencari partner lokal untuk menanamkan uangnya tersebut. Jika kita menjawab email tersebut, salah satu kemungkinan yang terjadi, ia meminta data konfidensial kita,  antara lain nomor rekening dan tanggal lahir kita; atau kadang meminta nomor SIM dan aneka alat legitimasi lain seperti nomor passport. Di negara maju, tanggal kelahiran merupakan alat masuk ke berbagai aneka pelayanan publik dan perbankan. Tentu ada perangkat "security" lainnya yang membuat orang tak mudah masuk akun-akun publik kita. Tetapi taktik scam seperti ini masih saja digunakan.

Contoh email berupa tawaran berbisnis

Penulis menggunakan pengorganisir email yang juga disertai filter, sehingga jika ada email mencurigakan, segera di beri tanda "spam" dan masuk ke "trash". Tak semua orang menggunakan filter, dan tak semua filter email mampu mengenali variasi email spam jenis baru.Menghadapi email seperti ini, biasakan untuk selalu mengecek beberapa hal yang bisa menjadi indikasi apakah email ini tergolong yang bisa "dipercaya", atau spam yang harus di buang. Hal-hal yang bisa kita lakukan adalah dengan melihat informasi yang sepintas ganjil:


  1. Pengirim menyatakan dirinya berasal dari Libya dan menggunakan nama muslim. Tetapi, alamat "reply-to" menunjuk pada domain .ru (Rusia). 
  2. Subject-nya berjudul OGENT. Mungkin seharusnya "URGENT". Tetapi karena filter email mungkin sudah disertai beberapa kamus yang memperkirakan apakah sebuah email itu spam atau tidak, dan URGENT sudah masuk dalam kamus tersebut, maka sering orang dengan sengaja menggunakan judul email dengan typo (kesalahan mengetik).
  3. To: tidak menunjuk pada diri kita, melainkan "undisclosed recipients". Feature pengiriman email seperti ini biasanya dilakukan jika kita ingin mengirim email pada sejumlah besar penerima, dan kita ingin menjaga "privacy" email penerimanya. Kita men-set tujuan email (To) sebagai BCC (Blind Carbon Copy).
  4. Pembuka email, hanya Dear, tanpa menyebutkan nama kita. Kalimat pembuka seperti ini tidak lazim dalam dunia surat menyurat.
Selebihnya, untuk mengetahui keabsahan email adalah pengalaman. Orang yang sering menerima email macam ini akan memiliki "insting" apakah email ini sungguh sungguh atau scam.

No comments:

Post a Comment